Slot88: Situs Judi Slot Online Terbaik dan Terpercaya 2022
Mengenal Museum Hoofdbureu Surabaya, Tempat untuk Menyimpan Radio Telefunken
19, Jun 2022
Mengenal Museum Hoofdbureu Surabaya, Tempat untuk Menyimpan Radio Telefunken

Mengenal Museum Hoofdbureu Surabaya, Tempat untuk Menyimpan Radio Telefunken – Museum menjadi sarana edukatif dan sarana rekreatif bagi masyarakat di era sekarang. Salah satunya museum Hoofdbureu yang menyimpan barang-barang masa lampau milik polisi Surabaya. Selain itu terdapat radio antik yang bernama Radio Telefunken.

Tercatat dalam sejarah, radio di era masa kemerdekaan Republik Indonesia rata-rata memiliki bentuk yang besar dan berat. Termasuk radio Telefunken ini, yang memiliki berat lebih dari empat belas kilo gram. Kini radio canggih dan antik hanya tinggal kenangan dan disimpan di museum Hoofdbureu.

Museum Hoofdbureu Surabaya merupakan tempat dimana radio antik Telefunken dimuseumkan. Radio telefunken dengan tipe Concertino ini merupakan buatan tahun 1951 dari perusahaan yang bernama Telefunken. Perusahan tersebut didirikan pada tahun 1903 di Berlin.

Radio ini termasuk salah satu radio canggih pada masanya. Radio ini memiliki tiga sepaker, terbuat dari kayu, dan memiliki berat 14,5 kg. Terlihat sangat besar dan gagah. Kini radio seperti ini sudah tidak lagi di pasarkan.

Sayangnya radio yang dimuseumkan itu, tidak diketahui siapa pemiliknya. Namun konon katanya, radio tersebut pernah dipakai oleh Kapolwiltabes Surabaya yang pertama, yakni Drs. Kodrat Samadikun yang menjabat dari 1963 hingga 1972.

Kini saat radio dimuseumkan, masyarakat bisa mengenal atau mengetahui bahwa pada masa lampau memiliki radio sebesar dan seberat itu. Ini bisa menjadi sarana edukatif dan rekreatif bagi pengunjung yang melihatnya.

Sejarah Museum Hoofdbureu Surabaya

Sejarah Museum Hoofdbureu Surabaya

Museum Hoofdbureu mulai dikenal masyarakat sejak tahun 1928. Ini merupakan museum pertama yang dimiliki oleh polisi Surabaya. Pada masa lampau, museum ini sering kali berpindah tempat. Bahkan pada masa penjajahan sempat direbut oleh Jepang.

Jepang memakainya untuk markas kepolisian Surabaya. Gedung ini telah direnovasi oleh Kombes Polri Yan Fitri Halimansyah. Tahap proses perbaikan ini dibantu oleh tim cagar budaya. Mereka mulai menggali tapak-tapak masa lampau dan mengumpulkan data penting museum Hoofdbureu.

Museum ini mulai diresmikan oleh Kapolri jendral Polisi Badrodin Haiti pada Sabtu, 10 Oktober 2015. Mereka mengambil nama Hoofdbureu yang memiliki arti Biro Besar Polisi di Surabaya. Nama tersebut berasal dari bahasa Belanda, yang sudah dinamakan sejak tahun 1930.

Ketika tahun 1900 museum tersebut bernama Barak Infantri Djotangan. Setelah resmi menjadi Polrestabes, nama museum tersebut berubah menjadi Hoofdbureu van Politie te Soerabaia. Orang jawa timur, terkhusus Surabaya sulit melafalkan nama tersebut. Maka mereka menyebutnya dengan kata “Hobiro”.

Koleksi yang dimiliki Museum Hoofdbureu Surabaya

Antiqueradiomuseum – Ada banyak fitur atau koleksi yang dipunyai oleh museum ini. Rata-rata koleksi tersebut adalah perlengkapan yang dimiliki polisi. Seperti senjata, alat-alat penyelidikan, meja untuk tugas polisi, dan lain-lain.

Senjata seperti pistol buatan 1875 dengan jenis Shotgun Colt Doble yang digarap oleh Amerika Serikat. Pistol berikutnya adalah koleksi buatan tahun 1895. Ini merupakan pistol jenis Lee Enfield garapan negara Inggris. Selain itu ada juga pistol jenis Leger Parabellum yang dibuat dari tahun 1898.

Koleksi lainnya yakni Radio Telefunken, seperti yang sudah diceritakan di atas. Untuk berkunjung ke museum Hoofdbureu, Anda dapat pergi di jam operasional. Buka Senin sampai Sabtu pada pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Radio Telefunken merupakan media eletronik garapan perusahaan Telefunken pada tahun 1903. Alat ini termasuk alat canggih pada masanya. Radio ini termasuk radio paling berat dengan kekuatan 14,5 kg. tentu saja sangat sulit dipindahkan kemana-mana.